Surabaya,(DOC) – Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor memperkuat strategi diversifikasi aset. Minat terhadap investasi properti lintas negara pun terus meningkat.
Hal itu terlihat dalam gelaran Global Property & Permanent Residence 2026 di Galaxy Mall 3 Surabaya yang berlangsung hingga 10 Mei 2026. Penyelenggara menargetkan sekitar 20 transaksi dengan nilai mencapai Rp100 miliar selama pameran.
Pameran ini menghadirkan berbagai proyek properti dari Australia, Jepang, Inggris, hingga kawasan Eropa. Penyelenggara juga membawa proyek dalam negeri dari Bali, Batam, dan Balikpapan.
Director of Training & Development World Property Insight, Chariie Lim, menilai investor kini semakin selektif dalam memilih instrumen investasi. Mereka tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga mempertimbangkan keamanan dan keberlanjutan aset.
“Kondisi global mendorong investor mencari alternatif penempatan dana. Properti menjadi salah satu pilihan karena relatif stabil,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan, investor dapat meraih keuntungan dari pendapatan sewa, kenaikan nilai properti, serta selisih kurs.
Dalam beberapa tahun terakhir, investor banyak memilih Malaysia dan Australia sebagai tujuan investasi. Jepang dan sejumlah negara di Eropa juga mulai menarik minat.
Managing Director World Property Insight, Bambang Budiono, menyebut Indonesia mulai menarik perhatian investor global seiring stabilitas kawasan dan perkembangan regulasi.
“Pasar domestik tetap memiliki potensi besar, terutama di destinasi seperti Bali, Lombok, dan Manado,” katanya.
Ia menilai sektor properti masih menjadi salah satu pilihan investasi di tengah ketidakpastian global. Pelaku industri pun terus menyesuaikan strategi untuk menangkap peluang, baik di pasar domestik maupun internasional.(ode/r7)





