Surabaya,(DOC) – Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI-P Budi Leksono menilai kawasan Peneleh yang berada di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng layak menjadi destinasi wisata. Lantaran banyak tempat bersejarah di kawasan tersebut sehingga layak dijuluki sebagai Kampung Sejarah.
“Peneleh adalah salah satu permukiman tua di Surabaya yang syarat bangunan cagar budaya, seperti makam kuno tokoh-tokoh Belanda. Bahkan, peninggalan sejarah zaman Majapahit juga ada di Lawang Seketeng dan sumur Jombong. “Sumur ini diceritakan warga sebagai situs kuno peninggalan zaman Majapahit, ungkap dia saat menjadi nara sumber di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat (28/5/2021) malam.
Menurut Bulek, panggilan Budi Leksono, di Peneleh juga ada bangunan bersejarah, yakni rumah tempat kelahiran dan masa kecil Proklamator Kemerdekaan RI Ir Soekarno. Rumah tersebut ada di Jalan Pendean IV/50.
Di situ juga ada makam Mbah Pitono. ” Menurut keterangan para sesepuh kampung, Mbah Pitono adalah guru ngaji Bung Karno di masa anak-anak, ” jelas dia
Selain itu, juga ada langgar dhuwur atau yang dibangun pertengahan tahun 1800-an. Langgar tersebut diresmikan Bu Risma saat masih menjabat Wali Kota Surabaya dan saat ini sudah menjadi aset Pemkot Surabaya.
Untuk itu, lanjut Bulek yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya ini, sudah menjadi kewajiban Pemkot Surabaya untuk menjadikan wilayah Kampung Sejarah indah dipandang mata.
“Peneleh layak dijadikan destinasi wisata untuk dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara,” tegas dia.
Membandingkan dengan Yogyakarta yang terkenal dengan wisata budaya, Bulek menjelaskan, banyak situs sejarah di Yogyakarta yang letaknya di perkampungan.
“Yang penting bagaimana menyiapkan masyarakat di kampung tersebut agar terbuka dengan wisatawan. Masyarakat setempat bisa diberdayakan, misalnya sebagai pemandu wisata atau sebagai produsen souvenir. Di Yogyakarta masyarakat kampung sudah menjadi aset wisata,” pungkas dia.(r7/dhi)





