Proses Evakuasi Ponpes Al Khoziny Capai 75 Persen

Proses Evakuasi Ponpes Al Khoziny Capai 75 Persen

Sidoarjo,(DOC) – Tim SAR gabungan terus mempercepat proses evakuasi korban dari reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo. Hingga Minggu (5/10/2025), sebanyak 39 jenazah telah berhasil di evakuasi dari lokasi kejadian.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa operasi pencarian masih berlangsung intensif dengan fokus utama pada sektor A2 dan A1, dua area yang di yakini masih terdapat korban.

“Dua korban berhasil di evakuasi hari ini. Satu bagian tubuh dan satu jenazah di temukan di sektor A3,” ujar Nanang di Sidoarjo, Minggu (5/10).

Dengan penemuan terbaru itu, total korban meninggal dunia yang telah di temukan mencapai 39 orang, sementara jumlah korban secara keseluruhan, baik selamat maupun meninggal dunia, mencapai 143 orang. Dari 39 korban yang meninggal, dua di antaranya di temukan dalam bentuk potongan tubuh.

Menurut Nanang, upaya evakuasi menunjukkan kemajuan signifikan dalam 24 jam terakhir. Sejak Sabtu (4/10) siang, tim SAR berhasil mengevakuasi 23 jenazah dalam waktu singkat, berkat kerja tanpa henti dan koordinasi lintas lembaga.

“Berdasarkan data dari keluarga korban dan kecepatan kerja tim di lapangan, kami optimistis proses evakuasi bisa di selesaikan pada Senin (6/10) siang,” jelasnya.

Meski demikian, Nanang menegaskan masih terdapat 23 korban yang belum di temukan. Ia juga menyebut bahwa proses pengangkatan puing-puing bangunan telah mencapai sekitar 75 persen dari total area terdampak.

Siaran Langsung dan Dukungan Warga

Proses evakuasi ini di siarkan secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan terkini. Warga sekitar terlihat memadati area aman di sekitar lokasi, memberikan doa dan dukungan bagi para korban dan petugas.

Masyarakat juga aktif memberikan bantuan logistik dan dukungan moral kepada keluarga korban. Pemerintah daerah menyediakan layanan medis dan pendampingan psikologis bagi korban selamat dan keluarga yang mengalami trauma.

Baca Juga:  Gerak Cepat Sesuaikan Tren, UMAHA Sidoarjo Hadirkan Prodi Baru S1 dan S2

Hingga kini, penyelidikan penyebab runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny masih terus di lakukan oleh pihak berwenang. Tim gabungan dari kepolisian dan ahli forensik tengah mengumpulkan bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti tragedi ini.

Usai proses evakuasi selesai, pemerintah akan berfokus pada tahap rekonstruksi dan pemulihan di area pondok. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem tanggap darurat bencana juga akan di lakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masa depan.

“Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi kita semua, sekaligus menjadi pelajaran berharga agar sistem keselamatan bangunan dan penanganan bencana lebih kuat,” pungkas Nanang. (r6)

Pos terkait