Remaja Positif Narkoba, Pemkot Surabaya Dorong Rehabilitasi

Remaja Positif Narkoba, Pemkot Surabaya Dorong Rehabilitasi
foto; Ilustrasi

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) menaruh perhatian serius terhadap nasib seorang remaja perempuan berinisial RAB (15). Ia sebelumnya dilaporkan hilang dan akhirnya ditemukan di sebuah hotel di Surabaya bersama empat pria dewasa dalam kondisi positif narkoba.

Kini, Pemkot tengah mengupayakan rehabilitasi medis dan psikologis bagi korban, yang juga di duga mengalami eksploitasi seksual dan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Bacaan Lainnya

Kepala DP3APPKB Surabaya, Ida Widayati, menegaskan bahwa langkah utama pemerintah saat ini adalah memulihkan kondisi RAB melalui rehabilitasi. Pilihan perawatan sudah di siapkan, baik melalui rawat inap di RSJ Menur maupun rawat jalan di BNN.

“Tes urinenya positif narkoba. Kami sudah komunikasikan dengan ayahnya agar anaknya segera direhabilitasi. Kalau keberatan rawat inap, bisa rawat jalan. Yang penting anak ini harus di selamatkan dulu dari ketergantungan dan trauma,” jelas Ida, Kamis (19/6/2025).

Namun proses rehabilitasi tidak berjalan mulus. Ayah korban belum memberikan persetujuan karena alasan ekonomi dan beban kerja keluarga.

Pendampingan Psikologis untuk Pulihkan Trauma

Selain rehabilitasi medis, DP3A juga memberikan pendampingan psikologis untuk mengatasi trauma yang di alami RAB. Sebab, dari hasil investigasi, RAB di ketahui sempat terlibat dalam praktik “open BO” melalui aplikasi kencan yang di duga di kenalkan oleh teman perempuannya.

“Dia masih anak-anak, belum tahu sistemnya. Tapi sudah gabung dengan orang dewasa. Kami menduga kuat ini bentuk eksploitasi seksual. Jadi fokus kami sekarang adalah menyelamatkan psikisnya,” ujar Ida.

Selain penanganan kesehatan dan psikis, pihak DP3A juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk mengecek status pendidikan RAB yang mengaku masih duduk di kelas 8 SMP. Pemerintah berupaya agar remaja ini bisa kembali ke jalur pendidikan setelah proses pemulihan.

Baca Juga:  Mensos Bantu ODGJ yang Tinggal 1,5 Tahun Dalam Kurungan

“Saya sudah koordinasi dengan Dispendik, masih dicek dia aktif sekolah atau tidak. Kalau bisa, nanti kami bantu agar tetap bisa sekolah,” tambah Ida.

RAB sebelumnya di laporkan hilang oleh ayahnya, EF (40), pada Rabu (28/5/2025) ke Polsek Tegalsari. Setelah hampir dua minggu pencarian, remaja itu di temukan polisi di sebuah hotel pada Jumat (13/6/2025) bersama lima orang lainnya, termasuk empat pria dewasa yang juga terbukti menggunakan narkoba.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rizki Santoso, menyebut bahwa penyelidikan terhadap unsur TPPO dan eksploitasi seksual masih berlangsung, di bawah pengawasan Unit PPA Polrestabes Surabaya.(r7)

Pos terkait