Surabaya,(DOC) – Satpol PP Surabaya menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan kaki Jembatan Suramadu pada Kamis (24/4/2025). Operasi ini melibatkan 80 personel dan bertujuan menciptakan ketertiban di Kecamatan Kenjeran.
Satpol PP Surabaya bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), TNI-Polri, serta perangkat setempat untuk menertibkan PKL. Fikser menjelaskan, penertiban ini dilakukan untuk merespons aduan warga mengenai gangguan ketertiban di wilayah tersebut.
“Kami tidak hanya menertibkan karena adanya pesta miras, prostitusi, dan narkoba, tetapi juga untuk menata kawasan Kenjeran agar lebih tertib dan nyaman,” ujar M. Fikser, Kepala Satpol PP Surabaya.
Petugas menertibkan 129 lapak PKL yang tersebar dari sisi barat hingga timur kaki Jembatan Suramadu. Mereka juga membersihkan meja kayu, kursi, dan tenda yang di tinggalkan pedagang di trotoar.
“Kami menertibkan lapak-lapak yang ada dari sisi barat hingga timur,” kata Fikser.
Sebelum penertiban, Satpol PP dan camat setempat sudah melakukan sosialisasi dengan pendekatan humanis. Fikser menegaskan, sosialisasi ini bertujuan agar pedagang memahami tujuan penertiban ini.
“Sosialisasi ini penting agar para PKL mengerti maksud baik kami,” tambahnya.
Relokasi PKL ke Samping SDN Tambak Wedi
Camat Kenjeran, Yuri Widarko, mengungkapkan, setelah penertiban, PKL yang terdampak akan di relokasi ke tempat yang telah di sediakan Pemkot Surabaya, yaitu di samping SD Negeri Tambak Wedi. Proses pembangunan lokasi relokasi kini sedang diselesaikan.
“Relokasi ini khusus bagi PKL yang ber-KTP Surabaya, terutama warga Tambak Wedi,” ujar Yuri.
Yuri berharap penertiban ini membuat kawasan Kenjeran lebih tertata, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata utama Surabaya. “Kami ingin kawasan ini terlihat lebih rapi dan bisa meningkatkan citra positif di mata masyarakat,” katanya.
Setelah penertiban, Satpol PP akan melakukan patroli rutin di kawasan tersebut untuk mencegah PKL kembali berjualan di lokasi yang sudah dibersihkan.
“Kami akan menjaga area ini hingga benar-benar steril dari aktivitas ilegal,” tutup Fikser.(r7)





