Surabaya,(DOC) – Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di anugerahi penghargaan “Smart Environment” dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Penghargaan ini di berikan sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Surabaya dalam membangun kota cerdas berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Penghargaan di serahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, kepada Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, dalam acara di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (26/8/2025).
Plt. Dinkominfo Surabaya, M. Fikser, menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dalam menjawab tantangan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
Menurut Fikser, inovasi unggulan yang menjadi dasar penilaian utama adalah pemanfaatan TPA Benowo sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
“Lewat PLTSa Benowo, timbunan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi masalah besar kini justru menjadi sumber energi bersih,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).
PLTSa Pertama di Indonesia, Kapasitas 11 MW
Fikser menyampaikan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Benowo, yang merupakan fasilitas pertama di Indonesia dengan kapasitas listrik mencapai 11 megawatt (MW).
Setiap harinya, ribuan ton sampah rumah tangga di olah menjadi energi listrik. Listrik tersebut kemudian di salurkan ke jaringan PLN, memberi kontribusi nyata pada pasokan energi untuk masyarakat Surabaya.
“Ini bukan hanya soal pengelolaan sampah. PSEL Benowo menjadi solusi energi sekaligus langkah konkret mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujarnya.
Lebih dari sekadar mengatasi persoalan sampah, fasilitas ini juga terbukti efektif dalam menurunkan emisi gas metana dari tumpukan sampah. Gas metana di kenal sebagai salah satu penyumbang utama perubahan iklim.
“Dengan teknologi modern, PSEL Benowo menjadi solusi multifungsi—mengurangi volume sampah, meminimalkan emisi, dan menghasilkan listrik bersih,” tambah Fikser.
Prestasi Kolektif Warga Surabaya
Fikser menyebut penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak—pemerintah, masyarakat, dan stakeholder yang terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kota.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi. Ini adalah langkah nyata menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia menambahkan, prestasi ini juga memperkuat posisi Surabaya sebagai kota pelopor dalam inovasi lingkungan dan pembangunan hijau di Indonesia.
“Semoga langkah ini terus berlanjut, dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kota ramah lingkungan yang nyaman untuk generasi masa depan,” pungkasnya. (r6)





