D-ONENEWS.COM

Tatanan New Normal Resepsi Pernikahan di Surabaya, Begini Wujudnya

Surabaya (DOC) – Menikah di saat pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi calon pengantin dan keluarga. Prosesi pernikahan dan resepsi diatur sedemikian rupa agar bisa mengurangi risiko penularan COVID-19 di acara penuh bahagia.

Menjawab pertanyaan masyarakat bagaimana wujud resepsi pernikahan di masa new normal nanti, Asosiasi Pengusaha Jasa Dekorasi Indonesia (Aspedi) Jawa Timur bersama Dyandra Convention Centre Surabaya menggelar ‘Simulasi Pernikahan Tatanan New Normal’, Sabtu (4/7).

Simulasi pernikahan ini menerapkan protokol pencegahan COVID-19 yang mengutamakan kesehatan dan keamanan bersama. Di antaranya menyediakan hand sanitizer dan westafel untuk mencuci tangan.

Sebelum masuk, tamu undangan juga dicek suhu tubuh terlebih dahulu. Penerapan physical distancing diberlakukan mulai dari pintu masuk sampai berlangsungnya acara.

Undangan pernikahan pun juga mengalami perubahan yakni secara digital untuk kemudian di-scan. Undangan digital ini juga untuk mengambil suvenir pernikahan.

Dalam konsep pernikahan dengan tatanan new normal ini, sejumlah tradisi atau kebiasaan dihilangkan. Diantaranya tidak berjabat tangan dengan pengantin, hingga protokol di area makanan.

“Untuk layout acara, kalau dulu sebelum pandemi bisa standing party, sekarang tidak bisa. Semua tamu harus duduk. Kalau standing, sulit mengimbau tamu untuk tetap berada di tempat masing-masing,” jelas General Manager Dyandra Convention Center, Lusi Astuti.

Semua orang di ruangan, kata Lusi, wajib mengenakan masker. Bahkan petugas di area dilengkapi face shield, masker dan sarung tangan. Tempat duduk tamu juga dibuat berjarak sekitar 1,5 meter.

Tidak terlihat lagi penyajian makanan secara prasmanan. Makanan dihidangkan masing-masing, sehingga tamu tidak perlu mengambilnya sendiri.

Tempat berfoto di pelaminan pun diseting berundak untuk menyiasati jika ingin foto bersama mempelai. Protokol yang diterapkan mencegah terjadinya kontak fisik.

Dyandra Convention Center sebagai tempat pernikahan, memiliki kapasitas kurang lebih hingga 3.000 orang. Ke depannya selama new normal berlangsung, kapasitas orang yang berada di ruangan tidak akan lebih dari 50 persen.

“Hal ini tentunya agar tetap dapat menerapkan physical distancing selama acara berlangsung,” simpul Lusi.

Baik Lusi maupun Sumitro, Ketua DPW Aspedi Jawa Timur, berharap dengan diadakannya simulasi ini, dapat memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa pihaknya bersama seluruh vendor yang bekerja sama telah siap menghadapi the new normal.(ris)

Loading...

baca juga