
Surabaya,(DOC) – Ratusan siswa-siswi SMA/SMK Surabaya yang putus sekolah berkumpul dengan Wali Kota Tri Rismaharini, digedung Wanita, jalan Kalibokor, Selasa(26/6/2018).
Mereka menggelar dzikir dan doa bersama agar pendidikan gratis12 tahun kembali terwujud dan dikelola oleh masing-masing pemerintah daerah yang kekuatan anggarannya berlebih.
Dalam kesempatan tersebut, Wali kota Risma berpesan agar para siswa putus sekolah, tak harus lari dari masalah, jika menemui masalah.
“Kalau kalian punya masalah, kalian punya emak (Risma,red). Emak tidak akan lari, kalau kami takut, kirim surat. Kantornya emak tidak pindah. Kalian jangan lari,” katanya Risma dalam sambutannya.
Tak perlu minder atau takut, lanjut Risma, sampaikan semua unek-unekmu.
“Kamu jangan takut, jangan minder. Biar elek ini emakmu. Jangan ada lagi yang tertangkap polisi, kasian orangtuamu sudah cari uang. Jangan lari tapi malah buat masalah,” tandasnya.
Risma berharap dengan doa dan dzikir bersama, ada mukjizat dengan diijabahi doa malam ini.
“3 tahun saya berjuang untuk ini. Sampai saya bersujud saat sidang MK. Mudah mudahan dengan doa bersama ini, Allah mengabulkan,” harap Risma sambil diamini ribuan anak putus sekolah dan para orangtua yang mengantar.
Selesai Wali kota Risma memberi sambutan, doa dan dzikir bersama dilanjutkan lagi dengan dipimpin oleh Ustad Jadi Galajapo.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Calon Wakil Gubernur Jatim (Cawagub) nomer 2(dua), Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) .Namun Puti hanya menyaksikan saja, tanpa menyampaikan kata-kata apapun kepada audience yang mengikuti dzikir dan doa bersama.
Usai acara, Puti berdoa agar pendidikan gratis di Surabaya dan Jawa Timur bisa tercapai.
“Kegiatan berdoa, mengetuk langit agar anak-anak tidak hanya Surabaya tapi seluruh Jawa Timur. Kita berdoa bersama,” katanya singkat kepada sejumlah media.(rob/r7)





