Air Bersih Mengalir Lebih Jernih, Kisah Bangkitnya Warga Manggarai Pasca-Gempa NTT

Air Bersih Mengalir Lebih Jernih, Kisah Bangkitnya Warga Manggarai Pasca-Gempa NTT

Manggarai, (DOC) – Sebulan setelah gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sisa-sisa trauma dan puing bangunan yang retak masih membayangi keseharian warga.

Bacaan Lainnya

Namun, di tengah kecemasan menghadapi musim hujan di balik dinding rumah yang miring, sebuah kisah tentang harapan dan ketahanan hidup lahir dari pedalaman Manggarai.

Salah satu kisah paling menyentuh datang dari Desa Wae Bangka, Kabupaten Manggarai. Desa yang selama ini menjadi salah satu sumber mata air utama bagi wilayah sekitarnya sempat lumpuh total setelah gempa merusak jaringan pipa dan mencemari sumber air dengan lumpur.

Warga sempat kebingungan mencari sumber penghidupan paling mendasar tersebut.

“Air bersih adalah napas kami, dan napas itu kini telah kembali,” ujar Kepala Desa Wae Bangka, Tarsy Sejati, menggambarkan betapa krusialnya arti air bagi desanya.

Perubahan besar ini terjadi berkat masuknya bantuan pompa air berkapasitas besar dan sistem penyaringan air yang disalurkan oleh SPS Corporate.

Tak hanya kembali mengalir, kualitas air yang dihasilkan bahkan dilaporkan jauh lebih jernih dibandingkan sebelum bencana terjadi.

Bagi warga seperti Maria (43), kembalinya aliran air bersih dan bantuan perlengkapan darurat menjadi titik balik yang mengembalikan ketenangan.

Rumah Maria mengalami kerusakan parah dengan tembok yang miring, membuatnya dihantui rasa takut setiap kali malam tiba di kawasan perbukitan yang dingin dan mulai sering diguyur hujan.

Bantuan berupa tenda darurat, karpet, selimut, hingga logistik dari tim Corporate Social Responsibility (CSR) SPS Corporate memberikan tempat berlindung yang lebih aman.

Perjalanan mendistribusikan bantuan ini sama sekali tidak mudah, tim harus berjibaku menembus jalur curam, berjurang, hingga material longsor demi menjangkau belasan wilayah terisolasi seperti Elar, Lamba Leda, Colol, hingga Ngkiong Doro selama hampir sepekan.

Baca Juga:  Pertamina Genjot Pemulihan Energi Usai Gempa Flores, 32 SPBU Kembali Beroperasi

Perwakilan SPS Corporate, Fernando Anggrek, menegaskan bahwa fokus utama lembaganya di masa pemulihan ini adalah memastikan kebutuhan paling mendasar warga mulai dari air bersih, pangan, hingga tempat bernaung yang layak dapat segera terjawab di tengah medan yang menantang.

“Saat ini, air bersih telah kembali memancar di Wae Bangka, dan anak-anak dapat tidur lebih hangat di bawah tenda darurat tanpa rasa cemas. Pemulihan pascabencana di Manggarai membuktikan bahwa di balik hantaman gempa, solidaritas dan kepedulian mampu menghidupkan kembali denyut kehidupan warga,” terangnya.

Pos terkait