Lumajang,(DOC) – Memperingati 1000 hari meninggalnya Salim Kancil, Aliansi Komesariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lumajang menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkab Lumajang, Rabu(26/9/2018).
Aksi tersebut berangkat dari Tugu Adipura menuju kantor Pemkab Lumajang. Aliansi PMII dari 6 Komisariat se-Kabupaten Lumajang melakukan longmarch sambil menyanyikan yel-yel, berorasi serta menggelar aksi teatrikal.
Dalam aksinya mereka menuntut penyelesaian polemik tambang pasir di Lumajang, sekaligus untuk mengawal 20 Program Janji Bupati menuju Lumajang Hebat Bermartabat.
Nur Alfian, jubir aksi damai mengatakan, PMII menuntut 4 poin kepada Bupati Lumajang, yakni ada beberapa program yang perlu segera direalisasikan, salah satunya utamanya di bidang pendidikan, infrastruktur dan keamanan.
“Ini benar-benar yang perlu direalisasikan secepat mungkin,” ujar Juru Bicara (Jubir) Aliansi Komesariat PMII Kabupaten Lumajang.
Ia berpesan kepada Bupati Lumajang, agar tragedi Salim Kancil jangan terulang lagi.
Menurut Alfian, data yang diterima Aliansi Komesariat PMII Kabupaten Lumajang, ada sekitar 30 tambang pasir yang saat ini masih beroperasi di wilayah Lumajang.
“Ada ratusan penambang pasir ilegal di Lumajang yang harus ditertibkan semua,” jelasnya.
Beberapa saat kemudian Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq keluar dari ruangan kerjanya di kantor Bupati Lumajang menemui para pendemo.
Dihadapan peserta aksi, Bupati Lumajang menjelaskan bahwa pada memulai bekerja di Pemerintahan Kabupaten Lumajang, pihaknya akan selalu menerima segala bentuk aspirasi yang dilakukan oleh warganya.
“Saya berkomitmen untuk melaksanakan 20 janji Program Lumajang Hebat Bermartabat. Meskipun realisasinya belum tentu mudah, saya juga meminta kepada masyarakat Lumajang untuk ikut mengontrol dan mengawasi,” tutur Cak Thoriq di hadapan mahasiswa.
Mengenai pengelolaan pasir, Cak Thoriq sesegera mungkin akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran Forkopimda untuk menuntaskan permasalahan pengelolaan pasir.
“Insya Allah pasir akan lebih murah bagi masyarakat Lumajang,”ujarnya.
Mengenai keamanan, Cak Thoriq menyampaikan, bahwa pada Tahun 2019 ke depan, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memfasilitasi pihak kepolisian melakukan pengamanan langsung di tempat-tempat rawan kriminal.
“Ke depan jajaran polisi maupun TNI akan hadir di masing-masing desa guna mengamankan aksi rawan begal,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Cak Thoriq menandatangani 20 janji politik yang dicanangkan di masa kampanye.(mam/r7)





