Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di Taman Bungkul. Acara ini mengusung tema “Surabaya Bersinergi Wujudkan Generasi Muda Hebat Tanpa Rokok” untuk memperkuat komitmen melindungi generasi muda dari bahaya rokok.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak. “Surabaya sudah memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok sejak 2008 dan Perwali 2019. Kami tetapkan delapan kawasan bebas rokok, termasuk tempat ibadah, sekolah, dan transportasi umum,” ujarnya. Nanik juga menjelaskan langkah konkret yang sudah dijalankan, seperti skrining siswa SD hingga SMA dan layanan berhenti merokok di 63 puskesmas.
Dekan FKM Unair, Prof. Santi Martini, menyatakan bahwa saat ini waktunya bertindak, bukan hanya berdiskusi soal bahaya rokok. “Asap rokok menyebabkan penyakit mematikan seperti stroke dan kanker. Mari kita ‘GASKAN’ (Gerakan Atasi Adiksi Nikotin) demi generasi sehat,” tegas Santi. Ia juga memuji Surabaya yang telah mendapat penghargaan internasional sebagai kota layak anak dan kota sehat.
Ketua Panitia Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dr. Arief Hargono, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat. Lebih dari 500 peserta hadir, termasuk ratusan mahasiswa dari berbagai universitas. Kegiatan serentak juga berlangsung di delapan kabupaten/kota di Jawa Timur. Arief menekankan perlindungan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil dan anak-anak, sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan HTTS di isi dengan cek kesehatan gratis, kampanye berhenti merokok, dan pertunjukan seni bertema kesehatan. Acara ini mengingatkan bahwa generasi emas Indonesia berawal dari lingkungan bebas asap rokok.(r7)





