Surabaya,(DOC)– Pemerintah Kota Surabaya kembali meluncurkan terobosan digital. Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Pemkot Surabaya resmi memperkenalkan SI EPID (Sistem Informasi Pengembangan Inovasi Daerah) sebagai platform terpadu pengelolaan inovasi daerah.
Aplikasi ini dirancang untuk mendigitalkan tata kelola inovasi, mulai dari pelaporan hingga pemantauan indeks kematangan inovasi. Kehadiran SI EPID sekaligus memperkuat langkah Surabaya menuju World Class Smart City berbasis kebijakan riset (science-based policy).
Satukan Ribuan Inovasi dalam Satu Sistem
Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan SI EPID berfungsi sebagai bank data inovasi terpusat. Platform ini menghimpun seluruh gagasan dan terobosan dari perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, sekolah, puskesmas, hingga masyarakat.
“Setiap tahun Surabaya memiliki ribuan potensi inovasi. Melalui SI EPID, seluruh inovasi itu kami satukan dalam satu ekosistem digital agar mudah di kelola, di ukur, dan di kembangkan,” ujar Agus, Selasa (20/1/2026).
Agus menjelaskan SI EPID dilengkapi berbagai fitur strategis. Salah satunya repositori inovasi terpusat untuk mendokumentasikan proposal hingga implementasi inovasi, sekaligus mencegah duplikasi.
Selain itu, inovator dapat melakukan penilaian mandiri melalui fitur self-assessment berdasarkan indikator Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri. Sistem ini juga menyediakan dasbor monitoring dan evaluasi agar pimpinan daerah dapat memantau kinerja inovasi secara transparan.
BRIDA turut menghadirkan Klinik Inovasi Digital sebagai ruang pendampingan dan verifikasi berjenjang untuk memastikan kualitas inovasi yang dilaporkan.
Fokus pada Inovasi yang Berdampak
Menurut Agus, SI EPID tidak sekadar mempermudah administrasi, tetapi juga mendorong inovasi yang benar-benar berdampak bagi warga. Data yang terkumpul akan menjadi dasar pengambilan kebijakan dan penguatan inovasi prioritas.
“Kami ingin inovasi tidak hanya sekadar formalitas. Lewat SI EPID, kami bisa memetakan inovasi yang efektif menjawab persoalan nyata, seperti stunting dan kemiskinan, untuk kemudian di dukung lebih lanjut,” tegasnya.
Ke depan, BRIDA Surabaya akan melakukan sosialisasi teknis penggunaan SI EPID secara bertahap. Pemkot Surabaya juga mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk aktif memanfaatkan platform ini sebagai motor penggerak inovasi daerah.(r7)





