Surabaya,(DOC) – Penjual bensin eceran di kawasan Jagir, Sukadi (56), merasakan lonjakan permintaan yang tak biasa dalam dua hari terakhir. Lapaknya, yang biasanya baru kehabisan stok sekitar pukul 8 atau 9 malam, kini ludes lebih cepat.
“Kemarin sudah habis jam 7 malam. Biasanya lebih malam,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Setiap hari, Sukadi menjual sekitar 80 botol bensin ukuran 1 liter. Ia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab lonjakan ini, hingga mendengar kabar soal keluhan warga mengenai motor “brebet” usai mengisi Pertalite dari SPBU.
“Saya baru tahu tadi pagi. Tapi memang, sejak kemarin, habisnya lebih cepat dari biasa,” ungkapnya.
Pengendara Pilih Bensin Botol
Kekhawatiran warga terhadap kualitas Pertalite membuat banyak pengendara, seperti Sela (28), memilih membeli bensin dari penjual eceran. Bagi Sela, transparansi botol menjadi alasan utama.
“Kalau dari eceran bisa kelihatan langsung, ada campuran atau enggak,” katanya.
Sela menceritakan motornya sempat mogok setelah mengisi Pertalite di SPBU kawasan Lontar. Meski sudah di periksa di bengkel dan di cek businya, kendala tetap muncul setelah pulang.
“Sudah ke bengkel, tapi mogok lagi pas jalan,” ujarnya.
Karena curiga, ia kemudian menguras tangki motornya dan menemukan cairan bening terpisah dari warna hijau khas Pertalite.
“Isi seperempat botol itu cairan bening. Saya jadi nggak berani isi di SPBU dulu,” tambahnya. (r6)




