Surabaya,(DOC) – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko yang akrab disapa Cak Yebe, melakukan langkah jemput bola di wilayah perbatasan. Dalam reses yang di gelar di Tambak Osowilangun, Kamis (12/2/2026), politisi Gerindra ini menekankan pentingnya akurasi data kemiskinan sekaligus memberikan bantuan fasilitas bagi warga dan pelaku usaha.
Cak Yebe menegaskan bahwa wilayah perbatasan seperti Tambak Osowilangun yang berbatasan langsung dengan Gresik, tidak boleh di anaktirikan dalam hal pelayanan publik.
”Wilayah perbatasan seperti ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” tegas Cak Yebe, Sabtu (14/2/2026).
Kunci Bantuan Tepat Sasaran: Kawal DTSEN
Salah satu poin krusial yang di bawa Cak Yebe adalah sosialisasi terkait validitas data melalui Data Terpadu Satuan Ekonomi Non-Formal (DTSEN). Menurutnya, akurasi data adalah “nyawa” dari penyaluran bantuan sosial agar tidak terjadi salah sasaran.
“Data itu penting supaya bantuan tepat sasaran. Kalau datanya tidak akurat, yang seharusnya menerima bisa terlewat, dan yang tidak berhak justru masuk,” ujar Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya tersebut.
Pemegang Dan II Jiu-Jitsu ini juga meminta warga untuk bersikap kooperatif dan jujur saat petugas surveyor melakukan verifikasi lapangan.
”Kalau ada petugas survei datang, mohon di terima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” pesannya.
Dongkrak Ekonomi Lokal Lewat Bantuan Mesin Jahit
Tak hanya sekadar menyerap aspirasi melalui lisan, Cak Yebe langsung memberikan aksi nyata untuk pemberdayaan ekonomi. Ia menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta untuk pengadaan mesin jahit bagi kelompok UMKM di tingkat RT setempat.
“UMKM harus kita dorong terus. Dengan alat yang memadai, usaha ibu-ibu penjahit bisa berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga,” jelasnya.
Bantuan ini disambut haru oleh Lailatul Rahimah, salah satu penggerak UMKM jahit. Selama ini, keterbatasan alat membuat ia dan rekannya harus menempuh perjalanan ke luar daerah hanya untuk menyelesaikan detail pakaian.
”Biasanya bikin lubang kancing harus ke Gresik, Pak. Satu kancing kena Rp1.000. Alhamdulillah, dengan bantuan Pak Yona, sekarang bisa beli mesin lubang kancing sendiri dan di kerjakan di rumah,” ungkap Lailatul penuh syukur.
Fasilitas Umum dan Kebersihan Lingkungan
Selain urusan ekonomi, Cak Yebe juga menyerahkan bantuan sarana prasarana berupa:
- Terop, Kursi, dan Meja: Untuk mendukung kegiatan sosial, keagamaan, dan kepemudaan.
- Mesin Pemotong Rumput: Untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat budaya gotong royong.
“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi semoga bisa menunjang kegiatan warga sehari-hari,” pungkasnya.
Ratusan warga yang hadir terlihat antusias mengikuti jalannya reses hingga akhir, menandakan tingginya harapan masyarakat perbatasan terhadap keterwakilan mereka di parlemen. (r7)





