
Surabaya, (DOC) – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menegaskan komitmennya untuk memburu satu orang debt collector (DC) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pelaku diduga terlibat dalam aksi pembacokan terhadap dua petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat pada Sabtu (25/7/2026).
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Luthfie di hadapan ratusan massa dari Arus Bawah PSHT yang menggelar aksi unjuk rasa di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026). Ia menekankan bahwa kepolisian tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi aksi premanisme di Kota Pahlawan.
“Kami pastikan proses penyidikan terhadap para pelaku dilakukan secara transparan. Saat ini satu pelaku berinisial S sudah kami tangkap, dan satu orang lagi masih DPO,” tegas Luthfie.
Ia memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut akan diproses hukum secara tuntas. Luthfie juga mengajak masyarakat, termasuk keluarga besar PSHT, untuk turut mengawal penyidikan sekaligus membantu memberikan informasi keberadaan pelaku.
“Saya minta bantuan rekan-rekan sekalian. Tolong apabila ada informasi di mana yang bersangkutan berada, informasikan kepada kami. Bisa juga kirim pesan melalui Instagram @luthfie.daily,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung, mengungkapkan bahwa penyidik telah mengantongi identitas jelas dari DPO tersebut berdasarkan bukti rekaman CCTV di lokasi kejadian.
“Identitasnya sudah kita kantongi berdasarkan alat bukti rekaman video CCTV yang didapatkan penyidik. Pelaku yang DPO ini berinisial P,” ungkap David.
Usai mendengarkan penjelasan langsung dari jajaran pimpinan Polrestabes Surabaya, ratusan massa aksi menyampaikan apresiasi dan membubarkan diri secara tertib. Unjuk rasa pun berakhir dengan aman dan lancar.





