Bupati dan Wabup Berdialog Dengan Petani di Acara Temu Lapang Panen Tembakau


Lumajang,(DOC) – Bupati Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati hadiri acara Temu Lapang Pasca Panen Tembakau di area Eka Tani di Dusun Sumberejo, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Selasa (22/9/2020). Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan oleh Forkopimda Kabupaten Lumajang kepada perwakilan kelompok tani. Bantuan tersebut berupa 13,5 ton pupuk, alat pengiting, mesin ranjang, Pompa Air dan 4 Handspraye, dan Hand Traktor.

Bacaan Lainnya

Kasi Tanaman Tembakau Disbun Provinsi Jatim Ir. Paryadi, MM dalam sambutanya menyampaikan, tembakau Jatim kontribusinya paling tinggi dengan produksi Jatim seluas 120 Ha ( 72% ) dari produksi nasional dan kalkulasi 62% cukai berasal dari Jatim ( ± 4 Trilyun)

Komoditi tembakau sangat strategis di Jatim akan tetapi dihadapkan dengan kondisi covid-19 petani tembakau mengalami penurunan.

“Kami hanya bisa mendukung 30 ton pupuk ditahun ini semoga ditahun depan akan lebih banyak bantuan di Jatim, sedangkan komoditi lainnya yaitu kopi Arabika yang merupakan hasil kerja keras Bupati Lumajang sehingga dapat menggulirkan kepada Kab Lumajang,” tuturnya

Untuk itu, Mitra petani tembakau diharapkan lebih inten komunikasi yang baik sehingga pasar tembakau akan lebih menarik karena impor tiap tahun 100 ribu ton

“Saya berharap dengan kebutuhan dan mutu lebih terjamin dan tidak ada kendala kedepan,” imbuh Paryadi

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan, untuk memastikan kesehjateraan petani tembakau, meminta kepada Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lumajang menjaga kemitraan dengan perusahaan tembakau.

“Saya minta APTI Asosiasi Petani Tembakau Indonesia yang ada di Lumajang untuk mengkonsolidasi petani supaya mekanisme kemitraannya tetap terjaga,” tutur Cak Thoriq.

Dengan kemitraan, petani dapat memaksimalkan produktivitas sehingga tidak terbebani meskipun sektor ini mengalami pelemahan akibat pandemi.

Baca Juga:  DBH Cukai Lumajang Turun Jadi Rp 18,6 Miliar di 2026

Pihaknya berharap dengan adanya jaminan pasca panen tidak menghambat pendapatan dan kesejahteraan para petani tembakau.

“Saya ingin memastikan bahwa petani tembakau yang ada di Kabupaten Lumajang ini sambung dengan kemitraan, artinya terjamin pasca panennya, produksi pertaniannya sambung dengan siapa yang beli,” ujar Bupati.(imam)

Pos terkait