Surabaya,(DOC) – Alat Pemadam Api Ringan (APAR) menjadi komponen penting dalam sebuah gedung dan harus selalu baru tenggat waktunya, agar dapat di pakai dalam kondisi darurat.
Namun sayangnya kelengkapan alat darurat itu kurang mendapat perhatian oleh pengelola Pasar Baluran Surabaya.
Dari hasil pantauan Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Surabaya, Anas Karno, seluruh APAR yang tersedia di Pasar Blauran, masa tenggat waktunya sudah kadarluarsa atau expired.
Maruwan, seorang petugas Keamanan dan Ketertiban (Kantib) Pasar Blauran mengakuinya, bahwa APAR expired sejak tahun 2020 lalu.
“Ada yang expired tahun 2017, 2018 dan 2019. Di Pasar Baluran ada 2 APAR ukuran tabung 25 kg dan 15 APAR tabung ukuran 3 kilo. Kita sudah mengajukan ke PD Pasar Surya, tapi belum respon. Padahal setiap bulan kita melaporkan kondisi APAR ke pihak PD Pasar Surya,” terang Mauwan.
Ia menyadari kondisi ini tidak mendukung penanganan cepat ketika terjadi kebakaran. Dan ini sangat membahayakan. Bahkan selain APAR, instalasi di gardu listrik Pasar Blauran jauh dari kondisi layak dan aman.
“Tempat ini kerap kemasukan tikus dan plafonnya bocor. Sehingga lantainya basah. Bahkan ketika hujan deras terjadi genangan. Kita tidak berani masuk ke gardu ketika hujan,” ujar Maruwan saat mendampingi Anas Karno yang Sidak sendirian, Rabu(8/6/2022).
Kondisi pasar seperti ini, kata Anas Karno, cukup memprihatinkan dan harus segera ada perbaikan. “Ini membuktikan lemahnya pengawasan PD Pasar Surya terhadap keamanan pasar-pasar di Surabaya,” imbuhnya.
Anas menambahkan, APAR dan instalasi listrik yang sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP) sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran pasar.
“Bisa jadi beberapa kasus kebakaran pasar di Surabaya, seperti Pasar Kembang dan Pasar Kapasan di tahun 2021 lalu, akibat instalasi listrik yang tidak sesuai SOP,” tandasnya.
“Kita Komisi B memberikan waktu 3 hari supaya PD Pasar Surya segera memperbarui APAR dan memperbaiki instalasi gardu listrik. Kalau belum juga dilakukan, kita akan panggil,” pungkas poltisi PDIP Surabaya ini.(lm/r7)





