Wacana Pindahkan Ibukota

Tidak ada komentar 94 views

Jakarta, (DOC) – Bukan karena latah atau apa, melihat kondisi DKI Jakarta yang semakin hari belum terlihat ada solusi yang berarti, bukan karena pesimis, memang saatnya dipikirkan kembali perpindahan ibu kota.
Hal tersebut dikatakan anggota DPR Marwan Ja’far. Menurutnya, bukan sekadar dipikirkan, tapi sudah ada road map dan ancang-ancang kapan realisasi perpindahan ibu kota tersebut.
“Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) seingat saya, sudah dua atau tiga kali mewacanakan perpindahan ibu kota. Bahkan Presiden Soekarno kala itu sudah mewacanakan perpindahan ibu kota,” kata Marwan lewat rilisnya kepada Sindonews, Rabu (22/1/2014).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, sejauh mana konsep, kajian, cetak biru yang sudah dibuat oleh para pembantu atau staf khusus presiden.
“Sudah jadi atau belum? Dulu menggebu-gebu diwacanakan dan diperbincangkan, sekarang seolah hilang ditelan bumi. Rasanya perlu diperlihatkan dan diumumkan kepada publik, supaya rakyat Indonesia tahu,” ungkapnya.
Dia menuturkan, di tengah suasana banjir yang setiap tahun selalu menghampiri Jakarta, belum lagi masalah kemacetan yang belum terurai, dan masalah sosial lainnya, rasanya perpindahan ibu kota layak digaungkan kembali.
“Ini untuk kepentingan kota Jakarta dalam jangka panjang, maupun untuk kepentingan Indonesia di masa akan datang. Jakarta sudah over capacity, crowded, masalah silih berganti, masalah utamanya juga tak kunjung selesai, termasuk urusan banjir dan macet,” tuturnya.
“Siapapun gubernurnya, bukan berarti pesimis, rasanya butuh waktu yang sangat lama untuk menyelesaikannya. Termasuk siapapun presidennya. Sudah berganti-ganti presiden dan gubernur, Jakarta belum juga menjadi ibu kota yang bebas macet dan banjir, serta masalah sosial lainnya,” imbunnya.
Diakuinya, dia tidak menyalahkan siapapun. Pasalnya, Jakarta memang kompleks masalahnya, tidak mudah untuk menyelesaikannya. Butuh kebijakan yang revolusioner dan berani, yaitu memindahkan ibu kota.
“Dengan kompleksitas masalah yang melanda Jakarta, perpindahan ibu kota, entah di Kalimantan atau di Papua, atau di tempat lain yang memungkinkan dan layak, termasuk juga dalam rangka pemerataan pembangunan dan menciptakan sentra ekonomi baru, serta tetap menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), perpindahan ibu kota rasanya menjadi sebuah keharusan,” pungkasnya. (sdn/r4)