Wali Kota Surabaya Terima Penghargaan dari UNESCO Learning City Award

wali kota Tri Rismaharini

Surabaya,(DOC) – Dunia international kini sudah mengenal kota Surabaya, layaknya kota-kota besar lainnya dinegara-negara maju. Terbukti dengan berbagai penghargaan yang telah diraih kota Surabaya dari sejumlah organisasi – organisasi dunia.

Kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini, juga dianggap telah berhasil membawa Kota Pahlawan ini untuk berkembang maju dan berprestasi, hingga dirinya sering di undang menjadi pembicara dalam forum international.

Terbaru,  satu penghargaan lagi dari organisasi perserikatan bangsa-bangsa(PBB) akan diterima Wali kota bersama 14 negara dunia lainnya.

Penghargaan itu, adalah Learning City dari UNESCO Cities (GNLC) selaku penyelenggara International Conference on Learning Cities (ICLC) yang diselenggarakan pada tanggal 15-21 September 2017 di Cork, Irlandia.

“Dikota Cork, Irlandia sebagai Learning City yang berikan UNESCO, menurut perwakilan Indonesia di Unesco Indonesia baru pertama kali dapat penghargaan itu,” kata Wali Kota Tri Rismaharini, Jum’at(15/9/2017).

Setelah menerima penghargaan, Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga diminta oleh UNESCO untuk menjadi pembicara di hadapan wali kota dunia yang diundang. Dipastikan wali kota akan menjadi pembicara pada tanggal (18/9/2017) setelah menerima penghargaan.

“Nanti aku berbicara tentang pengembangan ekonomi, pembelajaran kota untuk menumbuhkan Ketenagakerjaan dan Entrepreneur. Tapi sebelumnya akan ada dialog dengan wali kota yang diundang, aku tidak tahu berapa jumlahnya,” jelasnya.

Saat jadi pembicara, Risma akan bercerita tentang perkembangan kota secara menyeluruh mulai kebersihan hingga pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM), di Surabaya yang berkembang secara drastis. “Aku cerita bagaimana kota ini belajar kebersihan, tentang disiplin, belajar jadi enterpreuner dan sektor lainnya,” tambah wali kota sarat akan prestasi ini.

Khusus untuk pengembangan kelompok UKM, awalnya Risma mengaku cukup kesulitan dan tidak semudah yang dibayangkan. Namun, berkat kerja keras pemkot dan kelompok UKM kini kelompok usaha kecil tersebut bisa menikmati hasilnya. “Saya start tahun 2010 hanya 89 kelompok namun kini ada 5.300 kelompok. Kesuksesan yang didapat karena kita membangun secara secara sistematis, tidak asal dilatih dikasih tempat, tapi dilihat PIRTnya, kesehatannya, packagingnya. Semua lengkap,” jelasnya.

Transaksi penjualan kelompok UKM, lanjut Risma, menggunakan sistem secara online dan penghasilannya sangat menakjubkan. “Selama bulan puasa omsetnya penjualan produk makanan cookies mencapai Rp 1 miliar lebih dan untungnya sekitar Rp 580 juta,” pungkasnya.

Ditanya soal sistem pembelajaran secara online bagi pelaku UKM, Risma mengatakan pihaknya dibantu oleh facebook dan pembelajarannya dinilai sangat mudah. Bahkan menurut facebook, pelatihan pemberdayaan perempuan terbaik di dunia itu ada di surabaya, ini paling bagus dan mereka mengatakan bahwa perlu banyak belajar dengan surabaya.

“Pelatihan-pelatihan yang diberikan facebook kepada kelompok UKM setiap bulan di minggu terakhir, mulai dari cara mengambil angle foto menggunakan kamera dan handphone lalu cara upload. Sedangkan untuk pelatihan untuk mengolah keuangan pemkot menggandeng OJK,” terang wali kota perempuan pertama di surabaya ini.(hm/r7)