KBS, ‘Kawah Candradimuka’ Satwa Mati

Tidak ada komentar 751 views

Surabaya, (DOC) – Satu per satu satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) ditemukan mati secara misterius. Setelah Harimau Afrika dan Kambing Gunung, Kijang Betina Barking Deer bernama latin muntiacus, kini Cantrika harimau Benggala Putih KBS dalam usia 17 Tahun telah mati.
Cantrika adalah Harimau Benggala Putih pertama yang lahir di KBS. Dia meninggal karena usia tua & sudah lama sakit. “Dengan kematian ini lantas isu apalagi yang akan dihembuskan ke media melalui kematian ini?,” tanya Singki Soewadji pemerhati hewan di KBS, Jumat (7/2/2014).
Dengan kematian ini tentu saja kematian ini membuat banyak yang peduli hewan KBS kian mengelus dada. Namun, karena kematiannya disebabkan usia harimau yang sudah tua, maka sebaiknya semuanya bisa memahami.
Ketua DPRD Surabaya Moch Machmud mengaku ikut prihatin atas kondisi di KBS. Bahkan, dia mengatakan kalau kondisi ini terus berlanjut, maka tidak menutup kemungkinan hewan di KBS bakal habis. “Kalau matinya harimau itu karena usianya yang sudah tua, maka itu sudah hal yang wajar, tapi kalau kematiannya karena sebab lain, lama-lama hewan di sana bakal mati semuanya,” ungkapnya.
Menurutnya, melihat permasalahan di KBS seperti sekarang DPRP tetap sangat menyesalkannya. Apalagi yang jadi korban adalah binatng-binatang di sana. “Kalau dihitung sejak dua tahun terakhir sudah berapa banyak hewan di KBS yang mati, banyak sakali, kan. Ini yang kami sesalkan,” terangnya.
Karena itu, lanjutnya Pemkot wajib bersikap tegas atas kondisi tersebut. Apalagi, pemkot saat ini melalui Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) sudah medapat memperoleh persetujuan Kemenhut untuk pengelolaannya.
Humas KBS, Agus Supangkat, menerangkan kematian hewan di KBS ada yang karena sakit, ada yang karena usia sudah tua dan karena sebab lain. Menurut data satwa KBS, belakangan ini banyak satwa yang mati.
Belakangan juga ada empat kijang yang mati. Kijang betina ini adalah satu-satunya koleksi KBS melengkapi tiga ekor kijang jantan. Sayang, Agus belum berani memastikan faktor kematian itu. Menurutnya, tim KBS sedang melakukan otopsi untuk mengetahui apakah mati wajar atau karena faktor lain.
Tubuh hewan Kijang yang mati kala itu, langsung dilakukan pemeriksaan di kandang dan dievakuasi ke ruang karantina Satwa KBS. “Sekarang masih dilakukan otopsi, nanti kita kabarin lagi kalau sudah diketahui penyebabnya,” ujarnya.
Terkahir juga ada singa KBS yang mati tergantung. Tapi, masalahnya sudah ditangani pihak kepolisian yang hingga sekarang belum selesai. (r4)