Terminal AKAP Pulogadung Bakal Ditutup Pemprov Jakarta

Jakarta, (DOC) – Selain terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Lebakbulus, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan menutup terminal AKAP Pulogadung, Jakarta Timur. Namun penutupan belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, terminal Pulogadung nantinya hanya akan menjadi terminal dalam kota. ”AKAP di Pulogadung nantinya pindah ke Pulogebang,” ujar Pristono, Rabu (8/1/2013).
Menurutnya, saat ini terminal Pulogebang belum digunakan untuk bus AKAP karena belum ada jalan akses ke tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Jika pembangunan sudah selesai, proses pemindahan terminal AKAP dari Pulogadung ke Pulogebang bisa dimulai.
Kemudian terminal Pulogadung akan dibangun dengan konsep mezzanine dimana penumpang tidak menyeberang di area bus. Direncanakan pembangunan Terminal Pulogadung akan menelan biaya sekitar Rp 260 miliar.
Terminal seluas 34.996 meter persegi ini hanya menjadi terminal dalam kota karena kemacetan menuju Pulogadung semakin parah. Dengan pemindahan terminal AKAP ke Pulogebang, maka diharapkan lalu lintas baik di Jalan Bekasi Raya dan Jalan Perintis Kemerdekaan akan lebih lancar.
Sementara pembangunan jalan akses masuk dan keluar terminal Pulogebang berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. Pembangunan terkendala pembebasan tanah di lokasi. Pasalnya, sebagian besar lahan untuk membangun akses ke Jakarta Outer Ring Road (JORR) tersebut masih dimiliki masyarakat.
Lahan yang belum dibebaskan berada di sisi barat tol JORR, sebagian di sisi timur JORR, dan di sisi utara terminal Pulogebang. Sisi utara terminal akan menjadi lahan ramp on off (tanjakan dan turunan) menuju tol. Namun saat ini dihuni banyak warga.
Tanah tersebut sebenarnya milik Perumnas, dan sudah setuju untuk dibangun, namun karena dihuni menjadi sulit dibebaskan. Sedangkan pada sisi timur JORR, masih terdapat penjual tanaman hias, gudang milik warga, lahan sengketa, rumah makan, dan tempat penumpukkan barang bekas. Pada sisi barat, juga masih ada lahan sengketa, tempat pembuangan sampah Walikota Jaktim, pengolahan semen cor, dan tempat pemancingan warga. (trb/r4)