Danau Toba Targetkan 1 Juta Wisman

Tidak ada komentar 23 views

Surabaya, (DOC) – Wisata Danau Toba kini banyak berbenah dan mempromosikan diri. Mereka mengajak segenap masyarakat jawa timur untuk berkunjung menikmati panorama alam sekaligus menengok tradisi budaya unik manusia di sekitarnya.

Tahun 2019 mendatang, ditargetkan 1 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Danau Toba. Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) adalah dengan melakukan promosi melalui misi penjualan (sales mission) ke berbagai wilayah di Indonesia. Pekan ini, mulai tanggal 15-16 September 2018, misi penjualan pariwisata prioritas Danau Toba dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur.

Solahuddin Nasution, Ketua ASITA (Asosiasi Travel Agen) Sumatra Utara mengungkapkan, ada sejumlah perbedaan atau evolusi dari wisata Danau Toba yang sudah lama dikenal dulu dengan yang sekarang. Selain objek yang memanjakan mata, salah satu perubahan signifikan adalah aksesibilitas yang kini semakin mudah.

“Kini infrastruktur jalan sudah banyak berubah. Akses menuju ke Toba lebih mudah. Maka kini waktu untuk menikmati wisata dan mengeksplor danau toba bisa lebih panjang,” tandasnya saat ditemui usia seminar di Ballroom Hotel Ciputra.

Dia menambahkan, bila dulu kawasan Danau Toba harus ditempuh dari Bandara Kualanamu mencapai 5 jam. Namun, kini perjalanan bisa cukup 3 jam. “Kita bisa pakai jalan tol Tebing Tinggi. Dari Bandara Silangit jalan 1 jam,” tandasnya.

Menurutnya, kini paket wisata populer yang disukai wisatawan Danau Toba adalah Paket 4 hari 3 malam. Dengan paket ini, wisatawan sudah cukup menghabiskan waktu mengeksplor wisata Danau Toba.

Paket itu terbagi dari dua hari berlibur di Danau Toba, satu hari di Brastagi dan satu hari berkeliling Kota medan.

“Kita bisa mengeksplor kawasan selatan danau toba. Banyak Adat istiadat dan kebudayaan unik yang bisa dinikmati dan ada obyek baru lainnya,” tandas Sholahuddin.

Dia menambahkan, kunjungan wisman saat ini masih di kisaran 300 ribu orang. “55 persen dari Malaysia, 15 persen Singapura, Eropa barat 4 persen dan sisanya negara lain,” ujarnya.

Direktur Destinasi Badan Otorita Danau Toba Tata Syafaat mengatakan, strategi baru yang dikembangkan pemerintah, demi mewujudkan wajah baru Danau Toba adalah dengan mengembangkan atraksi-atraksi baru dan aksesibilitas.

“Untuk man made-nya (buatan manusia), kami akan belajar dari Jatim Park untuk diterapkan dan diimplementasikan di Toba, sehingga ada banyak pilihan untuk wisatawan dari berbagai usia,” kata Tata saat ditemui di Ciputra World Hotel, Surabaya.

Tata menyadari, meski Danau Toba memiliki pemandangan alam yang sangat indah dan daya tarik kebudayaan lokal yang masih khas, namun atraksi buatan masih sangat kurang.

Dia berharap bisa mengajak pelaku industri pariwisata di Pulau Jawa untuk melihat potensi Danau Toba dan menerapkan atraksi wisata buatan manusia di sana.

Tata menambahkan, Badan Otorita Danau Toba kini tengah melakukan tugas koordinatif untuk lahan seluas 400 hektare (ha). Di lahan itu akan dianggarkan APBN untuk pembangunan fisik.

“Oleh karena itu, kami terus berkoordunasi dengan kedelapan kabupaten karena mereka yang memiliki otomomi di daerahnya. Untuk pembangunan kebersihan, kami harapkan pemkab bisa berkontribusi untuk mempercepat pembangunan di sana,” ujar Tata.

Di lahan itulah akan dibangun komunitas baru seperti glamour camping, resort, hotel, dan lapangan golf. Semua itu dilakukan demi mengangkat kembali imej Danah Toba dari middle low ke middle up.

“Kita akan menduplikasi kesuksesan Bali untuk diterapkan di Toba,” ucap Tata.

Selain menambahkan atraksi-atraksi yang man made, pemerintah juga berupaya untuk membuka akses sebanyak-banyaknya dan sedekat mungkin ke Danau Toba. Satu akses yang sudah lebih mendekatkan wisatawan ke Danau Toba adalah Bandara Silangit.

“Dari Jakarta sudah ada direct flight ke Silangit, itu akan mempercepat sehingga secara psikologis wisatawan bisa langsung mencapai daerah wisatanya,” ujar Tata.

Saat ini, penerbangan langsung dari luar negeri khususnya wilayah ASEAN tengah dikembangkan. Alasannya, karena Indonesia sangat strategis dengan negara-negara Asia Tenggara.

Sementara itu, terkait target pemasaran wisatawan, Tata mengaku tidak ada target resmi. Namun, Toba ingin meraup sedikitnya 1 juta dari 20 juta wisman yang ditargetkan nasional pada 2019.

“Target secara resmi tidak ada secara khusus. 1 juta dari target nasional sudah bagus. Targetnya masih Malaysia, Singapore, Thailand dan China,” tandasnya. (Ps)