Gojek Tawarkan Solusi Stress di Jalanan

Tidak ada komentar 43 views

Surabaya, (DOC) – Operator penyedia layanan transportasi online Gojek menawarkan masyarakat yang selama ini mudah stress dan trauma atas macetnya jalanan di saat berangkat ataupun pulang dari aktivitas sehari-hari. Ada beberapa fitur baru juga yang membantu pemakai layanan.

Gojek mengungkapkan hasil survei internal mereka yang menghasilkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia yang memakai kendaraan pribadi bisa menghabiskan waktu hingga 4 jam per hari di jalan akibat kemacetan. Ini hasil survei kepada lebih dari 1000 responden di 8 kota besar di Indonesia.

Nah, padahal waktu empat jam cukuplah panjang dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal yang lebih produktif.

Fakta tersebut mendasari Gojek meluncurkan kampanye #UdahWaktunya.  Hal ini dimaksud untuk mulai mengurangi menggunakan mobil pribadi yang berujung macet dan biaya parkir yang mahal.

“Lamanya waktu yang dihabiskan di jalan akibat nyetir dan menggunakan kendaraan pribadi bisa menyebabkan masyarakat tidak produktif. Waktu tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk bersama keluarga, teman, beristirahat atau melakukan hobi,” ujar Marketing Transport GO-JEK Monita Moerdani saat berkunjung di Surabaya.

Monita menunjukkan, bila masyarakat menggunakan layanan ride-hailing mereka bisa hemat waktu dan lebih produktif. Contohnya, masyarakat Surabaya bisa hemat hingga 45% waktu perjalanan dengan memanfaatkan Go-Ride. “Sedangkan, yang memanfaatkan layanan roda empat bisa melakukan kegiatan lainnya sambil menunggu macet,” imbuhnya.

Menurut Monita, banyak konsumen atau pengguna kendaraan pribadi tidak memperhitungkan waktu macet dan cari parkir dalam rencana perjalanan mereka.

”Dari hasii survei kami, kedua aktivitas ini lumayan menghabiskan waktu perjalanan. Apalagi, bila konsumen membawa kendaraan pribadi,” ujarnya.

Pernyataan yang sama disampaikan Psikolog Klinis dari Universitas Indonesia Dessy llsanty. Masyarakat urban usia produktif yang biasa membawa kendaraan pribadi dan terjebak macet, memiliki tekanan dari lingkungan misalnya harus berada di suatu tempat pada waktu yang ditentukan. Sedangkan dia masih berada di tempat yang kurang lebih sama akibat macet, sehingga memunculkan persepsi bahwa kondisi dirinya tidak dapat memenuhi tuntutan yang ada yakni tidak bisa tiba di waktu yang diharapkan. Hal ini lah yang akan memunculkan stress,” kata Dessy.

Sebagal contoh pada pekerja kantoran, terjadinya stress ini akan berpengaruh pada kinerjanya dalam menjalankan pekerjaan, lanjut Dessy. ”Nantinya seseorang yang terlalu lama menyetir dalam kemacetan akan mengalami gejala psikis negatif seperti mudah lupa, sulit berkonsentrasi, serta mudah terdistraksi,” tambahnya.

Monita juga mengatakan, layanan ride-hailling Gojek kini menambahkan fitur baru seperti edit destination dan Go-Car L. ”Dalam kampanye ini kami juga meluncurkan fitur inovatif edit destination, di mana pelanggan bisa dengan mudah mengganti tujuan mereka lewat aplikasi ketika berkendara dengan tanpa perlu membatalkan orderan. Misalnya, saat konsumen di tengah perjalanan tiba-tiba perlu menuju ke arah yang berbeda dari tujuan yang telah diinput, konsumen tinggal menekan tombol edit destination dan langsung mengubah tempat akhir dari perjalanan” terangnya.

Khusus di Surabaya, para pengguna GO-CAR bisa menikmati kenyamanan berkendara yang lebih luas dan lega dengan keluarga dan kerabatnya lewat fitur GO-CAR L. ”Para pengguna di Surabaya tidak perlu khawatir kalau ingin bepergian dengan jumlah orang yang banyak karena kami menyediakan fitur GOCAR L di mana mobil yang disediakan lebih besar dan mampu memuat hingga 6 orang,” katanya. (Ps)