Longsor di Pertambangan Pasir Timah Bangka Belitung, 2 Tewas

Bangka (DOC) – Areal pertambangan pasir timah di Dusun Tekong Foi, Desa Bintet, Belinyu Bangka, Kepulauan Bangka Belitung longsor. Akibatnya, 2 penambang ditemukan tewas tertimpa material longsor.

Korban tewas diketahui bernama Chandra (31) dan Djailani (22). Keduanya tewas tertimpa longsoran tanah saat menggali pasir timah di lubang Camui dengan kedalaman sembilan meter.

Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Abdul Munim membenarkan insiden longsor itu. Dari tiga pekerja tambang, dua ditemukan tewas dan satu di antaranya, Ridwan, berhasil selamat.

“Proses evakuasi menggunakan alat berat. Korban Chandra ditemukan Selasa (18/9/2018) sekitar pukul 16.30 WIB dan Djailani pada pukul 19.30 WIB. Korban kemudian dibawa ke RS Belinyu untuk visum et revertum mayat,” kata Abdul Munim, Rabu (19/9/2018).

Dia mengungkapkan, longsoran terjadi saat proses pengerukan dan penyemprotan material tanah menggunakan mesin air. Kepolisian pun melakukan penyelidikan karena diduga aktivitas tambang tidak memenuhi prosedur. Pemilik tambang, Efendi, kini berstatus terlapor yang dianggap lalai, menyebabkan dua pekerja meninggal dunia.

“Terlapor kini diamankan di Mapolsek Belinyu terkait Pasal 158 UU Nomor 4/2009 tentang Pertambangan dan Minerba, serta Pasal 359 KUHP. Aktivitas penambangan tidak memiliki Izin Usaha Penambangan (IUP) dan Izin Penambangan Rakyat (IPR),” jelasnya.

Kegiatan penambangan timah inkonvensional masih bertebaran di berbagai daerah Kepulauan Bangka Belitung. Penambangan itu juga memicu permintaan bahan bakar jenis solar dalam jumlah besar.(kcm/ziz)

Tag: