Pemprov Jatim Siap Santuni Korban Insiden Surabaya Membara

Surabaya,(DOC) – Peristiwa naas yang menimpa penonton drama kolosal Surabaya Membara hingga 3 orang meninggal dunia dan belasan luka-luka, merupakan pagelaran yang diselenggarakan oleh kelompok seniman.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo, usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlwan, Sabtu(10/11/2018).

Namun para korban akan mendapat santunan semua dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim sebagai pendekatan kemanusian Pemerintah kepada para korban.

“Yang meninggal yang sakit dan yang luka itu semua ditanggung oleh pemerintah, termasuk biaya pemakamannya. Masing – masing kita santuni Rp. 10 juta-an,” tegas Pakde Karwo.

Dalam insiden ini, Pakde Karwo meminta semua pihak untuk tidak mencari siapa yang salah dan benar. 

“Tidak cari siapa yang salah dan benar, tapi cari solusi yang ada,” tandasnya.

Mengenai logo Pemprov Jatim yang terpasang di banner Surabaya Membara, Kata Pakde, hal itu untuk mengapresiasi kegiatan masyarakat yang kreatif dalam memperingati Hari Pahlawan.

“Logo dipasang itu tidak ada masalah, memang sebelumnya bekerjasama dengan Pemprov, tapi setelah di cek ternyata tidak ada kerjasama. Namun ini partisipasi masyarakat yang patut di apresiasi,” katanya.

Ia menambahkan, jalur kereta api memang dilindungi Undang-Undang yang menjadi area terlarang oleh aktivitas apapun, termasuk jembatan viaduk sekitar Tugu Pahlawan.

“Bahkan pak Presiden akan menutup lintasan kereta api jika kereta cepat beroperasi,” imbuhnya.

Informasi yang ia dapat, bahwa insiden itu terjadi sebelum acara Surabaya Membara dimulai. Pihak Panitia, lanjut Pakde, sudah memperingatkan para penonton yang melihat drama kolosal refleksi peringatan hari Pahlawan untuk tidak berada di atas jembatan viaduk jalan Pahlawan.

“Belum ada acara (sebelum dimulai,red) dan sudah diingatkan, ini pendekatanya kemanusiaan, semua kita santuni, untuk yang meninggal dunia Rp10 Juta,” pungkasnya.(Hadi/r7)